Saturday, 15 September 2012

BuktiNyata 'Maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal' . . .



Arab Fall: ‘Anti-insult rage sweeps Muslim WORLD’ . . .

RT News (54 minit yang lalu) - 'Kejatuhan Arab: Anti-penghinaan kemarahan menyapu gelombang DUNIA Islam protes anti-Amerika sedang melanda DUNIA Islam dengan kuasa yang pernah berlaku Jumaat ini. Kedutaan-kedutaan Amerika Syarikat di Tunisia dan Sudan berada di bawah serangan, dan lebih di Lubnan satu orang dilaporkan telah terbunuh selepas kebakaran set gerombolan ke restoran KFC. (M’sian Syawal 28 or September 15, 2012)

RT News (54 minutes ago) - ‘Arab Fall: Anti-insult rage sweeps Muslim WORLD’ The wave of anti-American protests is sweeping across the Muslim WORLD with unprecedented force this Friday. The US embassies in Tunisia and Sudan are under attack, and over in Lebanon one person's reportedly been killed after a mob set fire to a KFC restaurant. (M’sian Syawal 28 or September 15, 2012)










Peringatan: Ramadhan sehingga . . . Syawal (Sept) !!!

Nu'aim bin Hammad meriwayatkan dengan sanadnya bahwa Rasulullah Shalla‘Allahu Alayhi wa Sallam bersabda: Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal"

Kami bertanya: "Suara apakah, ya Rasulullah?" Beliau menjawab:

"Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jum'at, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jum'at di tahun terjadinya banyak gempa.

Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jum'at, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian.

Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: "Mahasuci Al 'Quddus, Mahasuci Al 'Quddus, Rabb kami Al 'Quddus!", karena barangsiapa melakukan hal itu akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu akan binasa".


Arab Fall: Anti-insult rage sweeps Muslim WORLD

Video: US embassies in Sudan, Tunisia, Yemen attacked by angry mobs 

Arab anger swells: Riots in Egypt, Yemen 'out of control' 


Anti-US riots video: American flags burned across Arab WORLD http://www.youtube.com/watch?v=2A9LJJuooCQ&feature=plcp

Peringatan kepada yang mendengar: 
'SUDAH HAMPIR MASANYA! FITNAH AHLAS, FITNAH SARRA dan FITNAH DUHALMA'

Menurut riwayat Abu Daud, bahwa perawi hadits ini berkata: Aku telah mendengar Abdullah bin Umar berkata: Kami pernah duduk di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau menerangkan panjang-lebar tentang berbagai macam huru-hara, hingga akhirnya menyebut Fitnah Ahlas (huru-hara tiada habisnya) Seseorang bertanya,

"Ya Rasul Allah, apa itu Fitnah Ahlas?"

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, "Ialah perampasan harta dan keluarga, lalu dibawa lari." (Rasul melanjutkan keterangannya), "Kemudian timbullah, sesudah itu Fitnah Sarra' (huru-hara kemewahan), yang tipuan ataupun kerusakannya keluar dari bawah telapak kaki seseorang (yang mengaku) dari ahli baitku.

Dia mengaku dari keluargaku, padahal dia bukan keluargaku. Wali-waliku hanyalah orang-orang yang bertakwa. "Kemudian manusia mengandalkan seseorang, bagaikan buntut bersandar pada tulang rusuk. Dan sesudah itu timbullah Fitnah Duhalma' (huru-hara sangat dahsyat), yang tidak membiarkan seorang pun dari umat ini melainkan dilandanya Sampai-sampai bila dikatakan huru-hara itu telah usai, maka ia kembali lagi, dimana seseorang di pagi hari beriman, lalu petang harinya menjadi kafir.

Akhirnya manusia terbagi ke dalam 2-kota besar: kota iman, dimana tidak ada kemunafikan, dan kota munafik, dimana tidak ada keimanan. Apabila itu telah terjadi, maka tunggulah dajjal pada hari itu juga, atau esok harinya.

"Dan menurut riwayat Abu Daud pula, dari Abdullah bin Amr bin 'Ash, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Bagaimana kamu ini (tenang-tenang saja), padahal zaman tidak lama lagi akan mengoyak umat manusia sekacau-kacaunya, sementara mereka benar-benar telah bercampur-aduk dalam menyelenggarakan janji-janji mereka dan berselisih pendapat, sehingga mereka menjadi seperti ini - sambil menjalin jari-jari beliau satu sama lain.

Para sahabat bertanya, 'Bagaimana seharusnya sikap kami, ya Rasulullah?' Beliau menjawab, Ambillah apa-apa yang kamu kenal (baik), dan tinggalkan apa-apa yang tidak kamu kenal. Uruslah (baik-baik) urusan peribadimu, jangan pedulikan penilaian masyarakat umum)."

(Hr Abu Daud. Kitab Al‘Malahim. Bab Al‘Amnu wa An‘Nahyu. 2/438)

Reminder to who are listening: (Isyarat Rasulullah!) Sign from Messenger of Allah! ALMOST HAD his time! ‘Fitnah AHLAS , Fitnah DUHALMA and Fitnah Sarra’

According to the hadith narrated by Abu Daud, the narrators of this hadith says: I've heard Abdullah ibn Umar said: We've been sitting with the Prophet Sallallaahu Alaihi wa Sallam, he explained at length about a variety of melee, until finally calling Fitnah AHLAS, ‘Fitnah Ahlas’ (riot- endless) Someone asked,

"O Messenger of Allah, what is Fitnah Ahlas?"

Prophet Sallallaahu Alaihi wa Sallam said, "He was the seizure of property and family, and taken away." (The Apostle continued his statement), "Then there arose, after which Fitnah Sarra'(luxury melee), a hoax or damage out from under one's feet (who confessed) from my Ahlulbait.

He claims to be from my family, but he's not my family. My guardian (bait/wali-wali) only those who fear Allah. "Then the man to rely on someone, like the tail rests on the rib cage. And then there arose Duhalma Fitnah '(a very powerful melee), which does not let a single one of these people but dilandanya To the extent that to say the turmoil is over, then he came back again, where a person believing in the morning, and evening to be infidels.

Finally, humans are divided into two cities: the city of faith, where there is no hypocrisy, and the hypocritical town, where there is no faith. If it had happened, so watch the dajjal on that day or the next day.

"And also narrated by Abu Daud, from Abdullah bin Amr bin 'As, the Prophet Sallallaahu Alaihi wa Sallam said," How are you (stay calm quiet), but time will not be long before mankind messed-torn chaos, while they correctly actually been mixed, stir in performing their promises and disagree, so they become like this - while having his fingers to each other.

The Companions asked, 'What should our attitude, O Messenger of Allah?' He said, Take what you know (well), and leave anything you do not know. Mind (a good) your personality affairs, never mind the assessment of the general public).”

Firman Allah Taala: 'Dan barang siapa yang menaati Allah dan rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: para nabi, para shiddiqien, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui'. (Surah 4 'Al Nisa: Ayat 69-70)

Saudara - saudari apakah sempat kita bertemu apa yang dijanjikan oleh Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam mengenai seorang Khalifah Allah akhir zaman dan turunnya Nabi Allah Isa Alayhis Salam yang akan membawa kemulian dan keadilan bagi seluruh umat manusia?

Jawapannya adalah . . . InsyaAllah YA . . !

NUBuAT Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam: 'Sekiranya DUNIA hanya tinggal 1 hari sahaja (sebelum qiamat)  nescaya Allah memanjangkan hari itu sehingga bangkit padanya seorang lelaki dari keturunanku atau dari kaum keluargaku, yang namanya seperti namaku, nama bapaku, ia akan memenuhi BUMI dengan kaadilan dan saksama sebagaimana BUMI dipenuhi kezaliman dan kekejaman' - (Hadith riwayat Abu Daud dan Tarmizi)

Turunnya Rasulullah Isa Bin Maryam Dari Langit 
Yang Terdekat Ke Bumi Akhir Zaman

INGATLAH Firman Allah Taala: "Dan juga (disebabkan) dakwaan mereka dengan mengatakan: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih Isa Ibni Maryam, Rasul Allah". Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak memalangnya (di kayu palang - salib), tetapi diserupakan bagi mereka (orang yang mereka bunuh itu seperti Nabi Isa). Dan Sesungguhnya orang-orang yang telah berselisih faham, mengenai Nabi Isa, sebenarnya mereka berada dalam keadaan syak (ragu-ragu) tentang menentukan (pembunuhannya). Tiada sesuatu pengetahuan pun bagi mereka mengenainya selain daripada mengikut sangkaan semata-mata; dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin.

Bahkan Allah telah mengangkat Nabi Isa kepadaNya; dan adalah Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana." (An-Nisa': 157-158)

Ibnu Jarir dalam Tafsirnya meriwayatkan dari Ibn'u Abbas Radhiyallahu Anhu. mengenai tafsir Surah 4 'An'Nisa: Ayat: 159

INGATLAH Firman Allah Taala: "Dan tidak seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya." (An-Nisa': 159)

Ibnu Abbas mengatakan, bahwa yang dimaksud, sebelum matinya Nabi Allah Isa bin Maryam Alayhis Sallam. Di nisbatkannya tafsiran ini kepada Ibnu Abbas adalah shahih. Demikian pula tafsiran yang disebutkan oleh Al-'Aufi dari Ibnu Abbas.

Apakah Nabi Isa Sudah Meninggal, Ataukah Diangkat Hidup-hidup ke Langit?

Abu Malik mengatakan, bahwa firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Dan tidak seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya." (An'Nisa': 159), itu teriaksananya besok ketika Nabi Isa bin Maryam turun dari langit. Beliau sekarang hidup di sisi Allah Ta'ala. Kelak jika beliau sudah turun, maka semua Ahli Kitab beriman kepada beliau. Demikian, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Jarir Ath'Thabari.

Sedang menurut riwayat Ibnu Abi Hatim dari Abu Malik, bahwasanya ada seseorang bertanya kepada AI-Hasan tentang firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Dan tidak seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya." (An'Nisa: 159).

Maka jawab AI-Hasan: "Yang dimaksud sebelum kematian Isa. Yakni, bahwa Allah telah mengangkat Nabi Isa Alaihis Salam kehadirat-Nya, kemudian Dia akan membangkitkannya kembali kelak menjelang Hari Kiamat pada suatu posisi, dimana orang baik maupun orang jahat semuanya beriman kepadanya."

Demikian pula kata Qatadah bin Da'amah, Abdurrahman bin Zaid ain Aslam dan banyak ulama lainnya. Berita itu diriwayatkan Shahih Al'Bukhari dan Shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu sebagaimana akan diterangkan lagi nanti-secara mauquf, bahkan dalam periwayatan lainnya secara marfu'.  Dan tentu Allah Ta'ala jualah yang lebih tahu.

Kedua periwayatan di atas maksudnya, bahwa Nabi Isa bin Maryam Alayhis Sallam itu sekarang masih hidup di langit. Jadi, tidak seperti pengakuan Ahli Kitab bahwa mereka telah menyalibnya. Tetapi Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengangkatnya ke hadirat-Nya kemudian kelak akan menurunkannya kembali dari langit menjelang Hari Kiamat, sebagaimana telah ditunjukkan oleh hadits-hadits mutawatir mengenai dajjal, baik yang telah disebutkan di atas maupun berikut nanti.

Dan kepada Allah-lah kita senantiasa memohon pertolongan-Nya, dan hanya kepadaNya jua kita bertawakal. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha perkasa, Maha bijaksana, Maha tinggi dan Maha Agung. Tiada Tuhan selain Dia, Pemilik 'Arsy yang Agung.

'Sifat Nabi Isa Putra Maryam dan Sifat Umat Akhir Zaman'

Dalam Shahih Al-Bukhati dan Shahih Muslim terdapat riwayat dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dimana Rasulullah Shallallahu Alaihiwa Sallam bersabda,

"Pada malam aku di Isra'kan, aku bertemu Nabi Musa. Baiklah aku jelaskan cirinya. Ternyata dia adalah seorang lelaki jangkung - maksudnya tinggi, (rambut) kepalanya berombak, seperti orang dari Syanu'ah. Rasul bersabda, 'Dan aku bertemu pula dengan Nabi Isa. Baiklah aku jelaskan cirinya. ' Lalu beliau katakan, kulihat dia (bekulit) kemerahan, seolah-olah dia baru keluar dari kamar mandi. "

Dan menurut riwayat Al'Bukhari dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihiwa Sallam bersabda,

"Aku melihat Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Ibrahim. Adapun Isa (berkulit) kemerahan, (berambut) keriting dan berdada bidang. Adapun Musa (berkulit) sawo matang, berperawakan tinggi-besar, berambut lurus seperti orang Zuth. "

Sedang menurut riwayat Al'Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu, bahwa dia berkata,, "Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam menceritakan tentang dajjal di tengah orang banyak, beliau bersabda,

"Sesungguhnya Allah itu tidak buta. Ketahuilah, bahwa si buta dajjal itu cacat mata kanannya. Matanya bagaikan anggur yang mengapung (di atas air).

Allah memperlihatkan kepadaku dalam mimpi di sisi Ka'bah seorang lelaki berkulit sawo matang dengan warna paling indah yang tidak permah dilihat pada kulit siapa pun. Dia biarkan ujung rambutnya terurai antara kedua pundaknya.

Rambutnya berombak, kepalanya (seolah-olah) meneteskan air. Dia letakkan kedua tangannya di pundak 2 orang lelaki sambil berthawaf mengelilingi Ka'bah. Maka aku bertanya, 'Siapakah ini?'

Mereka menjawab, 'Al-Masih Putra Maryam. 'Dan di belakangnya aku melihat seorang lelaki berambut pendek-keriting, cacat mata kanannya, sangat mirip dengan Ibnu Qathan. Dia meletakkan kedua tangannya di pundak seorang lelaki sambil berthawaf mengelilingi Ka'bah. Maka aku berkata, 'Siapakah ini?' Mereka menjawab, 'Si buta dajjal." .

Dalam riwayat An-Nawwas bin Sam'an, Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam bersabda, " Nabi Allah Isa Alayhis Salam akan turun di menara putih sebelah timur kota Damaskus, mengenakan 2 baju berwarna tanah merah, meletakkan kedua telapak tangannya pada sayap 2 orang malaikat.

Apabila dia menundukkan kepala, maka (seolah-olah) meneteskan air, dan apabila mengangkat kepala, maka (seolah-olah) berjatuhanlah tetesan-tetesan itu bagai manik-manik mutiara. Dan tidak seorang kafir pun yang mencium bau nafasnya melainkan mati. Padahal nafasnya dapat dirasakan sejauh matanya memandang. "

Inilah hadits yang paling masyhur tentang tempat turunnya Isa Al'Masih, yaitu di atas menara putih timur kota Damaskus. Namun demikian, pernah juga saya membaca di sebuah kitab, bahwa Nabi Allah Isa Alayhis Salam akan turun di menara putih sebelah timur Mesjid Jami kota Damaskus. Barangkali riwayat inilah yang dihapal dengan baik (mahfuzh).

Sedang riwayat yang mengatakan, "bahwa beliau turun di atas menara putih timur kota Damaskus," itu merupakan ungkapan yang telah berubah, yakni ungkapan yang oleh perawinya diucapkan menurut apa yang dia fahami. Karena kenyataannya di Damaskus tidak ada menara yang disebut "AI-Manarah Asy Syarqiyah" (Menara Timur) selain menara yang terletak sebelah timur Mesjid Jami Umawi.

Dan agaknya pengertian inilah lebih pasti, karena ketika turunnya Nabi Allah Isa Alayhis Sallam itu iqamat telah dikumandangkan.  Maka seseorang mempersilakan beliau: "Wahai imam kaum muslimin, wahai RuhAllah, majulah." Lalu jawab beliau: "Majulah kamu, karena iqamat ini dikumandangkan untukmu."

Dan dalam riwayat lain dikatakan: "Sebagian kami adalah pemimpin atas sebagian yang lain." Semoga Allah benar-benar memuliakan umat ini. Sekarang ini bangunan menara tersebut telah direnovasi pada tahun 741 H, mengunakan batu-batu putih.

Pembangunannya dilaksanakan atas biaya orang-orang Nasaro, yang telah membakar menara sebelumnya di tempat itu. Barangkali ini pun salah satu bukti kenabian Muhammad Shallallahu Alayhi wa Sallam yang nampak dengan mata kepala, dimana Allah menakdirkan pembangunan menara ini atas biaya kaum Nasaro (nasrani) sampai dengan turunnya Nabi Allah Isa bin Maryam Alayhis Sallam kelak. Lalu beliau akan membunuh babi, mematahkan salib dan memansuhkan upeti (cukai) dari mereka.

Tetapi barang siapa yang masuk Islam, maka diterima Islamnya. Dan jika tidak, maka dibunuh. Begitupun hukum yang akan beliau putuskan terhadap orang-orang kafir di belahan bumi yang lain pada waktu itu.

Demikianlah diantara pemberitahuan mengenai apa yang akan dilakukan Nabi Allah Isa Al Masih Alayhis Sallam dan syariat yang akan diterapkannya, yaitu bahwa yang akan beliau laksanakan tak lain adalah syariat Islam yang suci ini.

Begitupula tersebut hadits shahih, bahwa Ya'juj Ma'juja kan muncul pada masa turunnya Nabi Allah Isa Alayhis Sallam, dimana Allah membinasakan mereka atas berkah doa beliau dalam 1 malam, sebagaimana telah dan akan diterangkan lebih lanjut nanti. Dan disebutkan pula, bahwa beliau sempat menunaikan haji selama menetap dibumi setelah turunnya kembali.

Ka'bah Di Hancurkan . . .

Pada suatu saat nanti Ka'bah akan dirobohkan oleh seorang manusia terkutuk bernama Dzus Suwaiqatain. Demikianlah, sebagaimana kami riwayatkan dari Ka'ab Al Ahbar dalam Tafsir kami ketika membahas tentang firman Allah Ta'ala, "Sehingga, apabila telah dibukakan (pintu) Ya'juj dan Ma'juj")

Bahwa munculnya DzusSuwaiqatain bermula pada masa turunnya Nabi Allah Isa Alaihis Sallam, yaitu setelah dibinasakannya Ya'juj Ma'juj. Ketika itu Nabi Allah Isa Alaihis Sallam mengirim pasukannya untuk memerangi balatentara DzusSuwaiqatain.

Mereka berkekuatan antara 700 sampai 800 orang. Namun ketika mereka berjalan, Allah mengirimkan angin sejuk dari arah negeri Yaman. Angin itu mencabut nyawa setiap orang yang beriman. Dan sisanya tinggal manusia-manusia jahat. Mereka - bersetubuh bebas seperti binatang. -

Ka'ab Al Ahbar mengatakan, pada saat itu Kiamat sudah dekat. Dan kini saya ingatkan pula, bahwa di atas telah disebutkan dalam sebuah hadits shahih, bahwa Nabi Allah Isa Alayhis Sallam menunaikan haji setelah beliau turun ke bumi.

Sesudah Munculnya Ya'juj Ma'juj Masih Ada Orang Yang Menunaikan Haji dan Umrah

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam bersabda,

"Sesungguhnya di Baitullah ini akan tetap ada orang yang berhaji dan berumrah setelah munculnya Ya'juj Ma'juj,"

Menjelang Kiamat Tidak Ada Lagi Orang Yang Berhaji

Ada diriwayatkan dari Qatadah Radhiyallahu Anhu, bahwasanya:

"Kiamat takkan terjadi sehingga tidak ada lagi orang yang berhaji di Baitullah ini."

Saya katakan: Tidak ada pertentangan antara kedua periwayatan di atas. Karena Ka'bah tetap dikunjungi oleh orang yang berhaji maupun berUmrah setelah muncul dan binasanya Ya'juj Ma'juj, yakni setelah kaum muslimin tenteram kembali dan memperoleh rizki yang melimpah pada masa AI Masih Isa bin Maryam Alayhis Sallam.

Sesudah itu barulah Allah mengirim angin sejuk yang mencabut nyawa setiap Mukmin. Nabi Allah Isa Alayhis Sallam termasuk yang meninggal di waktu itu, lalu dishalati kaum muslimin dan dikubur dekat pusara Rasulullah Muhammad Shallallahu Alayhi wa Sallam.

Dan sesudah itu terjadilah perobohan Ka'bah oleh DzusSuwaiqatain, meskipun mulai munculnya pada masa Nabi Allah Isa Alayhis Sallam, sebagaimana dikatakan oleh Ka'ab Al Ahbar.

Robohnya Ka'bah oleh DzusSuwaiqatain . . .

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr Radhiyallahu Anhu, dia berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam bersabda, "Ka'bah ini akan dirobohkan oleh DzusSuwaiqatain dari Habasyah. Dia merampas perhiasannya, dan melepas kiswahnya. Aku seakan - akan melihatnya, orangnya kedil botak dengan tulang-tulang persendian bengkok, sedang menghantam Ka'bah dengan sekop dan kapaknya." Dan Abu Daud meriwayatkan dari AbduIlahbin 'Amr juga, dari Nabi Shallallahu Alayhi wa Sallam, bahwa beliau bersabda,

"Biarkan orang-orang Habasyah selagi mereka membiarkan (tidak mengganggu) kamu. Sesungguhnya tidak akan ada ordng yang (berani) membongkar barang-barang simpanan dalam Ka'bah selain DzusSuwaiqatain dari Habasyah." Dan Imam Ahmad meriwayatkan pula, bahwa Ibnu Abbas mengabar-kan kepada perawi hadits ini, bahwa Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam bersabda, "Seakan-akan aku melihatnya, orangnya hitam, dengan bangganya dia merobohkannya -maksudnya Ka'bah- batu demi batu."

1. HR. Ahmad dalam Musnadnya: 7053. Dan disebutkan pula hadits ini oleh AI-Haitsami dalam Majma' Az-Zawa'id3/298, dan dia katakan, bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan At- Thabarani datam AI-Kabir, sedang pada sanadnya terdapat Ibnu Ishaq, seorang tsiqat tetapi sering melakukan tadlis. Dia telah mengeluarkan pula yang semakna dengan hadits ini dan lebih ringkas, dari Abu Hurairah 3/368. Pada sanad hadits ini terdapat pula Muhammad bin Salamah bin Abdullah AI-Bahili Al-Harrani, seorang bekas budak yang tsiqat, tergolong (Sebelas perawi hadits kenamaan, wafat tahun 11 H, menurut berita yang sah, demikian Majma' Az-Zawa'id. (Uhat juga: Taqrib At-Tahdzib,2/116 no.265) Dzussuwaiqatain adalah nama gelaran-entah siapa nama aslinya - yang berarti si pemilik 2 betis yang kecil. Karena As-Suwaiqah, menurut Ibnul Atsir dalam kitabnya An-Nihayah IiGharib AI-Hadits, adalah tashghir dari kata "as-Saaq" (betis), dengan tambahan huruf Ta sebagai isim mu'annats. Betisnya dikatakan kecil, karena pada umumnya betis orang Habasyah memang kecil-kecil.


ChristianMessage1WORLD@1WORLDCommunity

ChristianMessage1WORLD@1WORLDCommunity

Friday, 14 September 2012

(Syawal 27) Kawan Musuh: ‘Anti-Islam filem derails American PR di DUNIA Arab' . . .



Anti-US riots video: ‘American flags burned 
across Arab WORLD’ . . .
By 1WC’sChannel  | earthWatch (Syawal 27), Friday 14, September  2012

RT News (1 minit yang lalu) - 'Video Rusuhan Anti-Amerika Syarikat: Bendera Amerika dibakar di seluruh DUNIA Arab' Beribu-ribu telah bangkit di bandar-bandar di seluruh DUNIA Arab dalam kemarahan atas filem buatan Amerika mengejek nabi Islam, Muhammad (Shallallahu Alaihi wa Sallam). Rusuhan tercetus di Lubnan, Iran, India, Israel, Iraq dan Yaman. (Syawal 27 1433 atau September 14, 2012)

RT News (1 minute ago) - ‘Anti-US riots video: American flags burned across Arab WORLD’ Thousands have rallied in cities across Arab world in outrage over an American-made film mocking Islam's prophet, Muhammad (peace and blessings of God be on him).  The riots broke out in Lebanon, Iran, India, Israel, Iraq and Yemen. (Syawal 27 1433 or September 14, 2012)



Friend to Foe: ‘Anti-Islam film derails American 
PR in Arab WORLD’ . . .

RT News 'Kawan Musuh: Anti-Islam filem derails American PR di DUNIA Arab' filem terkenal tidak mengancam hanya Amerika Syarikat misi diplomatik di DUNIA Arab - tetapi kepentingan Amerika di rantau ini secara umum. Washington telah menghabiskan banyak masa dan berbilion-bilion dolar untuk berbaik-baik dengan beberapa negara-negara Islam - tetapi semua usaha kini terbukti menjadi sia-sia. (Syawal 27 1433 or September 14, 2012)

RT News ‘Friend to Foe: Anti-Islam film derails American PR in Arab WORLD’ The notorious film is threatening not just U.S. diplomatic missions in the Arab WORLD - but American interests in the region in general. Washington has spent a great deal of time and billions of dollars to befriend some Muslim countries - but all those efforts are now proving to have been in vain. (Syawal 27 1433 or September 14, 2012)



Escobar: ‘US could drone Libya to death’  . . .

RT News - 'Escobar: Amerika Syarikat boleh berdengung Libya kepada kematian' harapan Washington berurusan dengan keadaan yang disebabkan oleh filem satu kontroversi yang yang mencetuskan kemarahan seluruh DUNIA Islam akan lumpuh oleh pilihan raya presiden menjulang, Pepe Escobar, Asia Times wartawan, memberitahu RT.  Escobar mengatakan bahawa buat masa ini, pentadbiran Obama - yang sebahagiannya bertanggungjawab bagi demonstrasi di DUNIA Arab - akan mengambil jalan untuk menggunakan Drone untuk mencari pelampau yang bertanggungjawab ke atas kematian 4 Perkhidmatan pekerja asing, termasuk duta Amerika ke Libya. (Syawal 27 1433 or September 14, 2012)

RT News - ‘Escobar: US could drone Libya to death’ Washington's hopes of dealing with the situation caused by a controversial film that's sparked outrage in Muslim world are paralyzed by the looming presidential election, Pepe Escobar, Asia Times correspondent, told RT. Escobar says that for now, the Obama administration - who is partly responsible for the demonstrations in the Arab World - will resort to using drones to find the extremists responsible for the deaths of four Foreign Service employees, including the American ambassador to Libya. (Syawal 27 1433 or September 14, 2012)



Rusia memberi amaran Amerika Syarikat akibatnya 
perubahan rejim . . .

Menteri Luar Sergey Lavrov telah tangani mesej kepada Setiausaha Negara Amerika Syarikat Hillary Clinton mengutuk kematian Duta Besar Amerika Syarikat ke Libya Chris Stevens. Beliau juga dipanggil untuk perubahan kebijaksanaan dalam perjuangan menentang keganasan. "Saya terkejut dengan kematian tragis Ambassador Chris Stevens dan rakan-rakannya," mesej bermula. "Tolong menyampai-kan kata-kata kami simpati ikhlas kepada keluarga dan rakan-rakan si mati."

Beliau juga mengambil peluang untuk merayu atas usaha yang lebih baik anti-keganasan diselaraskan antara kedua-dua negara. "Kami amat mengutuk jenayah ini yang sekali lagi mengesahkan keperluan untuk itu usaha bersama negara kita, serta komuniti global dalam memerangi kejahatan keganasan dalam semua manifestasinya," Lavrov menulis dalam mesej, beliau yang muncul pada laman web Kementerian. Protes ganas meletus pada Selasa di bandar Benghazi Libya berikutan pengumuman filem Amerika Syarikat bertajuk "umat Islam tidak bersalah," yang banyak kumpulan Islam yang dikutuk sebagai menghujat.

Kedutaan tidak bersalah menjadi titik protes yang akhirnya sangat bayaran menyaksikan militan Islam mensasarkan kompleks Amerika dengan api roket. Duta Besar Chris Stevens, tekan pegawai Sean Smith dan 2 marin mengiringi duta terbunuh dalam serangan tersebut. Oleh itu, Spring Arab yang telah datang bulatan penuh: baru dibebaskan Libya, yang hanya melalui perang saudara yang kejam yang berbintik-Tompok pro-Gaddafi terhadap pembangkang yang disokong Barat, adalah bertanggung-jawab untuk kematian seorang utusan negara yang menyumbang kepada Libya 'kemerdekaan.'

Dalam temu bual baru-baru ini dengan RT, Presiden Vladimir Putin menyentuh kepada isu kecende-rungan Amerika untuk campur tangan ketenteraan di negara-negara yang mengalami persengketaan dalaman dan akibat mungkin mempunyai strategi sedemikian. Menyebut pergolakan menggenggam DUNIA Arab dan penentuan Barat untuk campur tangan dalam perselisihan dalaman, Putin bertanya: "Adakah anda mengatakan bahawa perintah dan kemakmuran telah dipastikan di negara-negara itu?"

Mengenai situasi di Libya, adalah Putin lebih kurang optimis. "Di Libya, terdapat pertempuran ber-senjata mengamuk antara pelbagai suku kaum, dan saya tidak akan menyebut bagaimana perubahan ini negara rejim berpengalaman," kata pemimpin Rusia. Putin menegaskan, bagaimanapun, bahawa keganasan yang kita kini menyaksikan mempunyai akarnya kembali pada tahun 1979 apabila pemberontak Amerika Syarikat terlatih untuk menentang tentera Soviet di Afghanistan. Mereka pejuang, di bawah pimpinan Osama bin Laden, pergi untuk menjadi al-Qaeda, organisasi pengganas bahawa Rusia memberi amaran terdiri sebahagian pembangkang Libya.

Ekaterina Kuznetsova, dari Pusat Pengajian Pos Perindustrian, memberitahu RT bahawa keganasan di Libya dan di tempat lain adalah satu tanda bahawa Amerika gagal untuk mempertimbangkan sepenuhnya "akibatnya, apa yang akan mengikuti dari campur tangan mereka (di Libya)."

"Pada masa ini, ia adalah jelas bahawa aktiviti pengganas telah secara drastik meningkat selepas rejim Gaddafi telah dibuang oleh kumpulan pengganas," kata Kuznetsova. "Ini yang sering berlaku dengan rejim totalitarian dan vakum yang kekal selepas mereka telah dihapuskan."

Pembunuhan diplomat Amerika Syarikat pada dasarnya menunjukkan 2 perkara: bahawa terdapat masalah yang mendalam dengan keselamatan dan ketenteraman negeri di Libya, dan bahawa kedudukan Amerika Syarikat tidak kuat seperti mereka mungkin telah fikir ia adalah baik, tambah beliau. Menurut Vyacheslav Naumkin, Pengarah Akademi Rusia Institut Sains Pengajian Oriental, Islamis radikal mengukuhkan kedudukan mereka, yang bermaksud Amerika Syarikat gagal untuk mencapai matlamat dengan campur tangan di Spring Arab.

"Perkembangan semasa mengukuhkan kedudukan Islamis radikal di Timur Tengah," Naumkin berkata "Tidak akan ada perang sejagat berbanding Amerika Syarikat, tetapi ia adalah krisis, dan akan ada lebih banyak krisis itu pada masa depan." Naumkin menyalahkan dasar Amerika Syarikat asing di Afghanistan, serta konflik resah Arab-Israel, banyak masalah semasa Washington. "Jelas sekali, Amerika Syarikat gagal untuk mengambil kawalan hubungan dengan DUNIA Islam dan untuk membawa mereka ke tahap yang baru," katanya. "Resah Arab-Israel konflik dan tindakan Amerika Syarikat di Afghanistan menggalakkan pertumbuhan perasaan anti-Amerika."

Russia warns US on consequences of regime change . . .

Foreign Minister Sergey Lavrov has addressed a message to US Secretary of State Hillary Clinton condemning the death of the US Ambassador to Libya Chris Stevens. He also called for a change of tact in the fight against terrorism. "I am shocked by the tragic death of Ambassador Chris Stevens and his colleagues,” the message began. “Please convey our words of sincere sympathy to the families and friends of the deceased."

He also took the opportunity to appeal for better coordinated anti-terrorism efforts between the two countries. "We strongly condemn this crime that once again confirms the need for the joint efforts of our countries, as well as the global community in combating the evil of terrorism in all its manifestations," Lavrov wrote in his message, which appeared on the Foreign Ministry’s website.  Violent protests erupted on Tuesday in the Libyan city of Benghazi following the release of a US film entitled “Innocence of Muslims,” which many Muslim groups condemned as blasphemous.

The US Embassy became the rallying point of a highly charged protest that eventually saw militant Islamists targeting the American complex with rocket fire. Ambassador Chris Stevens, press officer Sean Smith and two marines accompanying the ambassador were killed in the attack.  Thus, the so-called Arab Spring has come full circle: newly liberated Libya, which just passed through a brutal civil war that pitted pro-Gaddafi forces against a Western-backed opposition, is responsible for the death of an envoy whose country contributed to the Libyan ‘liberation.’

In a recent interview with RT, President Vladimir Putin touched upon the issue of America’s tendency to interfere militarily in countries that are experiencing internal strife and the consequences such a strategy may have. Mentioning the upheaval gripping the Arab world and the West’s determination to intervene in the internal strife, Putin asked: “Would you say that order and prosperity has been ensured in these countries?”

Concerning the situation in Libya, Putin was even less sanguine. “In Libya, there are armed clashes raging between the various tribes, and I won’t even mention how this country experienced regime change,” the Russian leader said.  Putin stressed, however, that the violence that we are now witnessing has its roots back in 1979 when the United States trained rebels to fight against Soviet troops in Afghanistan. Those fighters, under the leadership of Osama bin Laden, went on to become al-Qaeda, the terrorist organization that Russia warned made up part of the Libyan opposition.

Ekaterina Kuznetsova, from the Center for Post-Industrial Studies, told RT that the violence in Libya and elsewhere is a sign that the Americans failed to fully consider the “the consequences, of what would follow from their intervention (in Libya)."

“By now it is obvious that terrorist activity has drastically increased after the Gaddafi regime was removed by terrorist groups,” Kuznetsova said. “This is often the case with totalitarian regimes and the vacuum that remains after they’ve been eliminated.”

The killing of the US diplomats basically shows two things: that there are profound problems with security and state order in Libya, and that the US position there is not as strong as they may have thought it was, she added. According to Vyacheslav Naumkin, Director of the Russian Academy of Sciences' Institute of Oriental Studies, radical Islamists are strengthening their positions, which means the United States failed to achieve its goals by intervening in the Arab Spring.

"The current developments strengthen the position of radical Islamists in the Middle East,” Naumkin said. “There will be no universal war against the US, but it is a crisis, and there will be a lot more such crises in the future.” Naumkin blames US foreign policy in Afghanistan, as well as the unsettled Arab-Israeli conflict, for much of Washington’s current problems. “Obviously, the US failed to take control of relations with the Islamic world and to bring them to a new level," he said. “The unsettled Arab-Israeli conflict and US actions in Afghanistan promote the growth of anti-American feelings.”

RT News (Published: 13 September, 2012)  M’sianDate  @Syawal 27 1433 or Friday 14 September 2012 http://rt.com/politics/russia-us-libya-ambassador-stevens-046/

Friend to Foe: Anti-Islam film derails American PR in Arab WORLD http://www.youtube.com/watch?v=bCZ5Jz_Cr64&feature=plcp

Escobar: US could drone Libya to death http://www.youtube.com/watch?v=bxb6eFHqpD0&feature=plcp

Russia warns US on consequences of regime change http://www.youtube.com/watch?v=0IUUN03IQj8&feature=plcp

Pergolakan Terus di Kaherah . . .



Unrest Continues in Cairo . . .

AssociatedPress (56 minit yang lalu) - 'Pergolakan Terus di Kaherah' Pergolakan terus berhampiran Kedutaan AS di Kaherah pagi Jumaat, sebagai guguran dari filem nabi menghina Islam tercetus. (AssociatedPress  (56 minutes ago) - ‘Unrest Continues in Cairo’ Unrest continued near the U.S. Embassy in Cairo Friday morning, as the fallout from a film ridiculing Islam's prophet raged on). (M’sian @Syawal 27 or Friday September 14, 2012)



Pergolakan di DUNIA Arab, Penunjuk perasaan Ribut Kedutaan Amerika Syarikat di Yaman . . .

NewsyWORLD - Beratus-ratus penunjuk perasaan mengelilingi Kedutaan Amerika Syarikat di Yaman hanya beberapa hari selepas Duta AS ke Libya telah terbunuh dalam demonstrasi yang sama. (Hundreds of protesters surrounded the U.S. Embassy in Yemen just days after the US Ambassador to Libya was killed in similar demonstrations). (M’sian @Syawal 27 or Friday September 14, 2012)


Unrest in Arab World, Protesters Storm US Embassy in Yemen http://www.youtube.com/watch?v=0t-WzJEoObQ

NewsToday Friday Syawal 27, 1433: Egypt protests 'Сars torched, police firebombed at US Embassy' . . .



Keganasan menyapu Kaherah 'Pertempuran meletus
di luar kedutaan Amerika Syarikat' . . . 

(FULL) Time Of video: 1.03:38). ‘Penunjuk perasaan terus untuk perhimpunan di pusat bandar Kaherah Thursday sebagai pertempuran di luar kedutaan Amerika Syarikat terus ke awal pagi. Demonstran menyerang polis dengan batu dan koktel Molotov (bomb petrol), mencederakan orang beberapa dozen. ‘(Protesters continue to rally in downtown Cairo Thursday as clashes outside US embassy continued into the early morning. Demonstrators attacked police with stones and Molotov cocktails  (petrol bomb), injuring several dozen people). (Syawal 27 Friday September 14, 2012)

Keganasan menyapu Kaherah 'Pertempuran meletus
di luar kedutaan Amerika Syarikat' . . . 

(FULL) Time Of video: 1.03:38). ‘Penunjuk perasaan terus untuk perhimpunan di pusat bandar Kaherah Thursday sebagai pertempuran di luar kedutaan AS terus ke awal pagi. Demonstran menyerang polis dengan batu dan koktel Molotov (bomb petrol), mencederakan orang beberapa dozen. ‘(Protesters continue to rally in downtown Cairo Thursday as clashes outside US embassy continued into the early morning. Demonstrators attacked police with stones and Molotov cocktails  (petrol bomb), injuring several dozen people). (Syawal 27 Friday September 14, 2012)

Protes Mesir ‘Kereta-kereta dibakar, polis dibom api di Kedutaan Amerika Syarikat' . . .
By 1WC’sChannel  | earthWatch (Syawal 27), Friday 14, September  2012

TINJAUAN 1WC'sChannel 2012: RT News - Penunjuk perasaan Mesir telah menetapkan kereta terbakar, didirikan penghadang, dan dibuang koktel Molotov pada pegawai di Kedutaan Amerika Syarikat di Kaherah. Pasukan keselamatan telah membentuk cincin di seluruh kedutaan dan membaling batu pada demonstran. Terdahulu, polis melepaskan gas pemedih mata dan tembakan amaran pada orang ramai. 224 penunjuk perasaan telah cedera dan sekurang-kurangnya 12 yang lain ditangkap.

Ketegangan terus meningkat, sebagai orang ramai penunjuk perasaan yang cuba untuk memasuki kompaun akan terus ditolak oleh polis. Presiden Mesir, Mohammed Morsi berjanji untuk mencegah serangan lanjut terhadap kedutaan asing di Kaherah. Morsi membuat kenyataan semasa perjalanan ke Kesatuan Eropah, di mana beliau mengutuk keganasan "dalam terma yang paling jelas."

Egypt protests 'Сars torched, police firebombed 
at US Embassy' . . .

1WC'sChannel REVIEW 2012: RT News - Egyptian protesters have set a car on fire, erected barricades, and thrown Molotov cocktails at officers outside the US Embassy in Cairo. Security forces have formed a ring around the embassy and are throwing stones at demonstrators. Earlier, police fired tear gas and warning shots at the crowd. 224 demonstrators have been injured and at least 12 others arrested.

Tensions continue to mount, as a crowd of protesters attempting to enter the compound are continuously repelled by police. Egyptian President Mohammed Morsi pledged to prevent further attacks against foreign embassies in Cairo. Morsi made the remarks during a trip to the European Union, where he condemned the violence “in the clearest terms.”

A protester throws a tear gas canister, which was earlier thrown by riot police, during clashes along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012. (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)
Penunjuk perasaan melemparkan kanister gas pemedih mata, yang sebelum ini dibuang oleh polis pencegah rusuhan, semasa pertempuran di sepanjang jalan yang membawa kepada kedutaan Amerika Syarikat, berhampiran Dataran Tahrir di Kaherah, September 13, 2012. (A protester throws a tear gas canister, which was earlier thrown by riot police, during clashes along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012). (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)

A protester throws stones towards riot policemen during clashes along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012. (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)
Penunjuk perasaan melemparkan batu ke arah polis rusuhan semasa pertempuran di sepanjang jalan yang membawa ke kedutaan Amerika Syarikat, berhampiran Dataran Tahrir di Kaherah, September 13, 2012. (A protester throws stones towards riot policemen during clashes along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012). (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)

Penunjuk perasaan melaungkan'Tinggalkan Mesir'. . .

Pada hari Rabu, beberapa ratus penunjuk perasaan berhimpun di hadapan kedutaan, melaungkan "meninggalkan Mesir" dan menuntut bahawa Amerika Syarikat memohon maaf kerana filem buatan Amerika yang mengejek-ejekan Islam Nabi Muhammad (Shallallahu Alaihi wa Sallam). Puluhan polis rusuhan kemudian dikerahkan di kawasan tersebut mengandungi penunjuk perasaan dan mengalihkan perhatian mereka ke jalan-jalan. Pertempuran berterusan ke malam, dengan penunjuk perasaan membaling batu dan koktel Molotov di polis.

Beberapa penunjuk perasaan cedera, agensi berita MENA melaporkan. Saksi wrote on Twitter bahawa seberapa banyak seperti beberapa orang sedozen mungkin telah cedera. Sekurang-kurangnya 6 pegawai polis mengalami kecederaan semasa pertempuran, berkata Alla Mahmoud, seorang jurucakap Kementerian Dalam Negeri Mesir. Insiden itu datang hanya sehari selepas kira-kira 2,000 penunjuk perasaan berkumpul sekitar kedutaan Amerika Syarikat massed around the US embassy; kumpulan penunjuk perasaan merobohkan bendera Amerika Syarikat dan digantikan dengan panji-panji hitam yang mengandungi mesej Islam tradisional, "Tiada tuhan melainkan Allah dan Nabi Muhammad adalah hambaNya."

4 peserta dalam demonstrasi hari Selasa yang berskala dinding kedutaan telah ditangkap dan dipindahkan ke pejabat pendakwa. Polis masih mencari orang lain yang terlibat dalam insiden itu. ' Umat Islam Tidak bersalah’  kini terkenal filem telah mencetuskan gelombang protes yang serupa di seluruh DUNIA Arab. Pada hari Selasa, militan bersenjata menyerang Konsulat Amerika Syarikat di Benghazi, Libya, membunuh duta dan 3 lagi kakitangan diplomatik.

Presiden Barack Obama kuat mengutuk pembunuhan, berikrar bahawa Amerika Syarikat akan menjadi "tidak henti-henti" dalam mengejar penyerang. Berikutan kejadian itu, tentera Amerika Syarikat dikerahkan 2 kapal perang ke pantai Libya dan menghantar satu pasukan kira-kira 50 Marin ke negara ini untuk mengukuhkan keselamatan di kemudahan diplomatik Amerika. Presiden Mesir Mohamed Morsi berikrar untuk tidak bertolak ansur dengan serangan ke atas misi diplomatik, dan berkata bahawa Mesir menolak apa-apa perbuatan yang menyalahi undang-undang, AP melaporkan.

Protesters chant 'Leave Egypt' . . .

On Wednesday, several hundred protesters rallied in front of the embassy, chanting “leave Egypt” and demanding that the US apologize for an American-made film that mocks Islam’s Prophet Muhammad (peace and blessings of God be on him).  Dozens of riot police were then deployed in the area to contain the demonstrators and divert them into side streets. Clashes continued into the night, with protesters throwing stones and Molotov cocktails at police.

Some of the protesters were injured, state news agency MENA reported. Witnesses wrote on Twitter that as many as several dozen people may have been injured. At least six police officers suffered injuries during the clashes, said Alla Mahmoud, a spokesperson for Egypt's Interior Ministry.  The incident comes just a day after some 2,000 demonstrators massed around the US embassy; a group of the protesters tore down the US flag and replaced it with a black banner bearing the traditional Islamic message, “There is no god but Allah and Muhammad is His Prophet.”

Four participants in Tuesday's demonstration who scaled the embassy wall were arrested and transferred to the prosecutor's office. Police are still searching for others involved in the incident. The now-notorious movie 'Innocence of Muslims' has sparked a wave of similar protests across the Arab world. On Tuesday, armed militants attacked the US Consulate in Benghazi, Libya, killing the ambassador and three other diplomatic staffers. 

President Barack Obama strongly condemned the killings, pledging that the US would be “relentless” in its pursuit of the attackers. Following the incident, the US military deployed two warships to the coast of Libya and sent a team of some 50 Marines to the country to reinforce security at American diplomatic facilities. Egyptian President Mohamed Morsi vowed not to tolerate attacks on diplomatic missions, and said that Egyptians reject such unlawful acts, the AP reported.

Protesters set fire to police vehicles during clashes with riot police along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012. (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)
Penunjuk perasaan membakar kenderaan polis semasa pertempuran dengan polis rusuhan di sepanjang jalan yang membawa ke kedutaan AS, berhampiran Dataran Tahrir di Kaherah, September 13, 2012. (Protesters set fire to police vehicles during clashes with riot police along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012). (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)

A protester throws a tear gas canister, which was earlier thrown by riot police, during clashes along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012. (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)
Penunjuk perasaan melemparkan kanister gas pemedih mata, yang sebelum ini dibuang oleh polis pencegah rusuhan, semasa pertempuran di sepanjang jalan yang membawa kepada kedutaan Amerika Syarikat, berhampiran Dataran Tahrir di Kaherah, September 13, 2012. (A protester throws a tear gas canister, which was earlier thrown by riot police, during clashes along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012). (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)

A protester throws a stone at riot policemen during clashes along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012. (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)
Penunjuk perasaan membaling batu pada polis rusuhan semasa pertempuran di sepanjang jalan yang membawa ke kedutaan Amerika Syarikat, berhampiran Dataran Tahrir di Kaherah, September 13, 2012. (A protester throws a stone at riot policemen during clashes along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012). (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)

Riot policemen take their positions during clashes with protesters along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012. (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)
Polis rusuhan mengambil kedudukan mereka semasa pertempuran dengan penunjuk perasaan di sepanjang jalan yang membawa ke kedutaan Amerika Syarikat, berhampiran Dataran Tahrir di Kaherah, September 13, 2012.  (Riot policemen take their positions during clashes with protesters along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012). (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)

Protesters run from tear gas fired by riot police during clashes along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012. (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)
Penunjuk perasaan berjalan dari gas pemedih mata yang dilepaskan oleh polis rusuhan semasa pertempuran di sepanjang jalan yang membawa ke kedutaan Amerika Syarikat, berhampiran Dataran Tahrir di Kaherah, September 13, 2012.  (Protesters run from tear gas fired by riot police during clashes along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012). (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)

Riot policemen throw stones and tear gas during clashes with protesters along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012. (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)
Rusuhan polis membuang batu dan gas pemedih mata semasa pertempuran dengan penunjuk perasaan di sepanjang jalan yang membawa ke kedutaan Amerika Syarikat, berhampiran Dataran Tahrir di Kaherah, September 13, 2012. (Riot policemen throw stones and tear gas during clashes with protesters along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012). (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)

A protester throws a Molotov cocktail (petrol bomb) at riot policemen during clashes along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012. (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)
Seorang penunjuk perasaan melemparkan Molotov koktail (bom petrol) pada polis rusuhan semasa pertempuran di sepanjang jalan yang membawa ke kedutaan Amerika Syarikat, berhampiran Dataran Tahrir di Kaherah, September 13, 2012. (A protester throws a Molotov cocktail (bomb petrol) at riot policemen during clashes along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012). (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)

Riot policemen fire tear gas during clashes with protesters along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012. (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)
Rusuhan polis api gas pemedih mata semasa pertempuran dengan penunjuk perasaan di sepanjang jalan yang membawa ke kedutaan Amerika Syarikat, berhampiran Dataran Tahrir di Kaherah, September 13, 2012.  (Riot policemen fire tear gas during clashes with protesters along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012). (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)

A protester has his eyes doused with milk after tear gas was fired during clashes with riot police along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012. (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)
Penunjuk perasaan mempunyai matanya doused dengan susu setelah gas pemedih mata telah ditembak semasa pertempuran dengan polis rusuhan di sepanjang jalan yang membawa kepada kedutaan Amerika Syarikat, berhampiran Dataran Tahrir di Kaherah, September 13, 2012. (A protester has his eyes doused with milk after tear gas was fired during clashes with riot police along a road which leads to the U.S. embassy, near Tahrir Square in Cairo September 13, 2012). (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)

A car in flames is seen near graffiti reading in Arabic, “I sacrifice my soul, my father and my mother for the prophet of God”, near the US embassy in Cairo early on September 13, 2012. (AFP Photo/Ahmed Mahmud)
Sebuah kereta api dilihat berhampiran grafiti bacaan dalam bahasa Arab, "Saya mengorbankan jiwa saya, ayah saya dan ibu saya untuk nabi Allah", berhampiran kedutaan Amerika Syarikat di Kaherah awal pada 13 September, 2012. (A car in flames is seen near graffiti reading in Arabic, “I sacrifice my soul, my father and my mother for the prophet of God”, near the US embassy in Cairo early on September 13, 2012.) (AFP Photo/Ahmed Mahmud)



Egypt protests 'Сars torched, police firebombed at US Embassy http://www.youtube.com/watch?v=sJ0EQyRsso8&feature=plcp
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...